Hariadi Yutanto

If tomorrow never comes

Ketika saya menulis posting ini, saya baru saja nonton sebuah program yang menurut saya dapat menambah ilmu, yaitu: Mario Teguh, the Golden Ways. Ada beberapa teman yang saya tahu juga menyukai dan mengikuti acara ini. Kebetulan bait lagu Ronan Keating di atas menjadi tema malam itu, Jika Esok Tidak Pernah Datang. Lagu ini bercerita mengenai kegundahan seseorang yang tidak yakin apakah dia telah mengungkapkan perasaan cintanya kepada orang yang ia cintai, apakah dia telah melakukan berbagai upaya untuk menunjukkannya. Dia meragukan apakah apabila dia mati nantinya, cinta yang telah ia ungkapkan cukup untuk menemani orang yang dicintainya itu mengarungi samudera kehidupan.

Sebagai guru tentu kita wajib untuk merasa gundah dengan apa yang telah kita lakukan kepada anak-anak didik kita. Apakah kasih saying kita telah kita ungkapkan dengan sepenuh hati, dengan cara membimbing mereka mempersipakan esok yang lebih baik? Apakah kita hanya mengajari mereka karena kewajiban pekerjaan saja? Apakah apa yang kita berikan kepada mereka cukup untuk mempersiapkan masa depan dengan tantangan yang lebih berat?

Kalau sebagai guru “saja” begitu banyak kegundahan, apalagi kita yang kebetulan sebagai pimpinan. Tentu ada lebih banyak pertanyaan yang seharusnya menjadi fokus perhatian kita. Sudahkah kita mengungkapkan kasih sayang kita sebagai pimpinan kepada bawahan (dalam bentuk perhatian, motivasi , kepedualian, empati ) sehingga dapat membahagiakan mereka? Sudahkah kita mengungkapkan cinta kita dalam bentuk rasa tanggung jawab atas karir dan kenyamanan mereka dalam bekerja? Apakah sebagai pimpinan kita sudah dapat memberikan jaminan tentang masa depan yang lebih baik? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang setiap menit, setiap detik mengingatkan kita, mengusik kenyamanan kita ketika sedang duduki dikursi yang empuk di “kantor.”

Anda bayangkan bahwa kalau ternyata esok tidak pernah datang lagi kepada Anda, betapa menyesalnya Anda yang belum secara sungguh-sungguh berbuat sesuai dengan kemampuan dan kapasitas Anda. Betapa menyesalnya seorang guru bila mendapati anak didiknya setelah tumbuh dewasa tidak menjadi sosok yang diharapkan. Terlebih betapa menyesalnya seorang pimpinan yang sebenarnya dengan kekuasaan, kekuatan, dan kewenangan yang dimiliki belum sempat berbuat yang semestinya untuk kebaikan bawahan. Lakukanlah sekarang, karena mungkin esok tidak pernah datang lagi. Lakukanlah sekarang, mungkin besok Anda sudah tidak menjadi pimpinan lagi.

Sumber: http://guruypk.blogspot.com/2008/11/if-tomorrow-never-comes.html

About me

Name Hariadi Yutanto
Nick anto | anto chuakev
Sex Male
Place & Date of Birth Surabaya, Juli 11 th 1983
Nationality Indonesian & Portugis
Marital Status In a Married
Address Surabaya, Indonesia
Phone +623160476xxx
Email  me[at] anto-chuakev.web.id / djoetanto [at] gmail.com
Yahoo ID   anto-chuakev
Website http://anto-chuakev.web.id  –  http://chuakev.com

Looking for something?

Use the form below to search the site:


Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Design by bonkqloph Production

Visit our friends yu!

A few highly recommended friends...