Hariadi Yutanto

Author Archive

Install Freeradius + daloradius + mikrotik hotspot

by anto chuakev on Nov.14, 2010, under Freeradius + daloradius + mikrotik hotspot, Mikrotik

Dalam rangka membatu seorang m***d yang sedang kebingunan dengan judul diatas dan atas permintaanya maka dibuatlah tulisan ini, ada banyak sumber yang menjelaskan tetang judul diatas ada yang lengkap dan ada yang kurang lengkap, itu bisa dimaklumi mungkin balik lagi tergantung kebutuhan.

Untuk buat seperti yang dinginkan tidak sesulit dan selama yang dibayangkan + dijalankan ( tidak butuh waktu 7 hari untuk buat seperti judul diatas.. hee… ).

install aplikasi pendukung yang dibutuhkan seperti apache, mysql, php, dan yang pasti freeradius dan tidak lupa perlu install php-db karena dibutuhkan oleh aplikasi daloradius.

metalova# aptitude install apache2 mysql-server php5-cli php-pear php-db php5-mysql php5-gd php5 phpmyadmin freeradius freeradius-mysql freeradius-utils

setelah selesai configurasi pada file radiusd.conf, sql.conf, client.conf, defalut yang lokasinya di /etc/freeradius.

Pada file radiusd.conf rubah seperti setingan dibawah :

metalova#vim /etc/freeradius/radiusd.conf
auth=no                  ===>   auth = yes
authbadpass = no     ===>   authpass =yes
authgoodpass = no    ===>   authgoodpass = yes
proxy_request = yes  ===>    no
#$INCLUDE sql.conf   ===>   ( Hilangkan # )

Pada file sql.conf ubah pada bagian login dan password serta sesuaikan radius_db-nya. Initnya sesuaikan dengan konfig masing – masing.

#vim sql.conf

# Connection info:
server = “localhost”
#port = 3306
login = “root”
password = “rahasia”
# Database table configuration for everything except Oracle
radius_db = “radius”
#readclient = yes        ( hilangkan # )

Pada file client.conf sesuaikan untuk secret pada bagian “client localhost”, bisa menggunakan yang default atau diganti. Jangan lupa tambahkan network interface yang terhubung dengan mikrotik, kalau tidak hanya localhost yang bisa mengakses radiusnya,  contohnya seperti dibawah :

#vim client.conf
secret = rahasia
client 192.168.10.0/29 {
secret          = rahasialagi
shortname     = private-network-akses ( NAS-nya )
}

Pada file default aktifkan  module “sql” pada authorize, accounting, session, post-auth, seperti dibawah :

#vim /site-enabled/default
authorize {
preprocess
chap
mschap
suffix
eap
sql
pap
}
accounting {
detail
sql
}

session {
radutmp
sql
}

post-auth {
sql
exec
Post-Auth-Type REJECT {
attr_filter.access_reject
}
}

Download daloradius yang dari sourceforge :

metalova# wget http://sourceforge.net/projects/daloradius/files/daloradius/daloradius-0.9-8/daloradius-0.9-8.tar.gz/download

metalova#tar -xzvf daloradius-0.9-8.tar.gz -C /var/www
metalova#mv /var/www/daloradius-0.9-8 /var/www/daloradius

sampai tahapan ini yaitu buat database radius seperti bawah :
metalova#mysql -u root -p
password :
mysql>create database radius;
mysql>exit

metalova# mysql -u root -p radius < /var/www/daloradius/contrib/db/fr2-mysql-daloradius-and-freeradius.sql
password :
metalova#

buat usernmae yang akan dijadikan untuk authentication :

metalova#mysql -u root -p
password :
mysql>use radius;
mysql>INSERT INTO radcheck (UserName, Attribute, Value) VALUES (‘cinta’, ‘Password’, ‘cinta’);
mysql>exit

Restart freeradius pastikan freeradius sudah terkoneksi dengan mysql / database yang sudah dibuat :

metalova#/etc/init.d/freeradius restart
* Stopping FreeRADIUS daemon freeradius                                   [ OK ]
* Starting FreeRADIUS daemon freeradius                                    [ OK ]

metalova#radtest cinta cinta 127.0.0.1 1812 rahasia
Sending Access-Request of id 187 to 127.0.0.1 port 1812
User-Name = “cinta”
User-Password = “cinta”
NAS-IP-Address = 127.0.0.1
NAS-Port = 1812
rad_recv: Access-Accept packet from host 127.0.0.1 port 1812,, length=20

alhasil user yang dibuat bisa untuk auhtentication jika gagal itu bisa disebabkan karena pada saat import sql / database salah, seharusnya menggunakan fr2, tapi malah menggunakan fr1.

Setting Daloradius

agar daloradius berjalan sesuai dengan yang diinginkan harus setting terlebih dahulu pada bagian library, settingnya sesuaikan seperti dibawah.

metalova#vim /var/www/daloradius/library/daloradius-conf.php
$configValues['CONFIG_DB_PASS'] = ‘rahasia’;
$configValues['CONFIG_DB_TBL_RADUSERGROUP'] = ‘radusergroup’;
$configValues['CONFIG_MAINT_TEST_USER_RADIUSSECRET'] = ‘rahasia’;

akses daloradius dengan web browser IE/Firefox pada alamat http://youripaddress/daloradius/login.php seperti dibawah :
username : administrator
password : radius

setelah login berhasil, silahkan experiment lebih lanjut.. :)

ok setelah install dan seting daloradius tinggal setting pada mikrotik router / mikrotik yang akan dijadikan hotspot servernya dan setting Radius Server.

Kemudian tentukan IP lokal hospot yang akan ada gunakan, misal 192.168.100.1 dan Tentukan IP DHCP ke clientnya yang akan anda gunakan, dalam contoh ini adalah 192.168.100.2-192.168.100.255

Untuk SSL dan  SMTP Server kosongkan saja, DNS server gunakan DNS Nawala ok biar aman  :

DNS lokal hotspot langsung next, pada Hotspot user anda isi sesuai dengan yang diinginkan admin password admin123

Pada Server profiles pilih profile yang digunakan dan pada bagian general Ada 6 jenis autentikasi Hotspot mikrotik yang berbeda, jenis autentikas : HTTP PAP, HTTP CHAP, HTTPS, HTTP cookie, MAC address, Trial. Yang perlu diceklist pada HTTP CHAP dan Trial trus ke Radius dan lakukan seperti dibawah :

Setting Radius :

Agar mikrotik bisa menggunakan radius server yang sudah dibuat maka hanya tinggal config / seting seperti ini :

Yang terakhir testing dari sisi client menggunakan tangtobe / noteboke join ke Ap yang sudah dibuat dan pastikan mendapatkan ip yang seperti diatas dan yang pasti tampil menu login isikan dengan username dan password yang dibuat di daloradius.

sumber : http://metalova.web.id

Leave a Comment more...

Install DNS Server di Ubuntu 8.04

by anto chuakev on Nov.04, 2010, under DNS Server Ubuntu 8.10, Linux

Setelah melakukan proses trial dan error yang panjang, akhirnya aku berhasil juga menginstall dns server di ubuntu server kesayanganku. Sebenarnya aku udah berhasil menginstall dns server dan melakukan konfigurasinya melalui webmin, tetapi sebagai penggemar ubuntu sejati tentunya kurang afdhol bila belum berhasil melakukannya via konsole.

OK, langsung ajah yach !, tapi sebelumnya jangan lupa untuk memulai pembelajarannya dengan berdoa dulu …

Oh iya … satu hal lagi, disini saya install dns server dalam rangka untuk menginstall mail server zimbra di ubuntu, dimana untuk dns dan mail server dalam 1 PC dengan 1 IP address, yaitu 10.14.10.27.

Untuk mempermudah install dns server di ubuntu, maka kita harus mempersiapkan :

1. Ip Address untuk DNS Server, disini saya menggunakan ip address 10.14.10.27
2. Domain yang akan kita create udiniqgeek.com dengan ip address 10.14.1.100 dan data mx nya mail.udiniqgeek.com dengan ip address 10.14.10.27

Langkah awal adalah download paket dns server yaitu bind9 denngan melakukan perintah sebagai berikut :

root@server:/# aptitude update && aptitude install bind9

Setelah melakukan perintah di atas, maka bind9 akan terinstall secara otomatis dan jika proses install sudah selesai maka akan kembali ke posisi prompt. Langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi pada folder /etc/bind/ :

root@server:/# cd /etc/bind/

Setelah berada pada folder /etc/bind/ silahkan lakukan perintah ls untuk mengetahui folder apa saja yang berada pada /etc/bind :

root@server:/etc/bind# ls

dan biasanya folder yang tampil di /etc/bind/ secara default saat pertama kali install adalah sebagai berikut :

db.0          db.local           named.conf.local            zones.rfc1918
db.127      db.empty         db.root named.conf.options
db.255       named.conf rndc.key

Langkah selanjutnya adalah kita harus membuat database untuk nama domain yang akan kita create di dns server dan seperti rencana di awal, domain yang akan kita create adalah udiniqgeek.com dengan mail domain mail.udiniqgeek.com, dan disini saya akan membuat database db.udiniqgeek.com.hosts dan file resolvernya db.ip_udiniqgeek.com .

OK, saatnya untuk create domain mail.udiniqgeek.com :

root@server:/etc/bind# vim udiniqgeek.com.hosts

$ttl 38400
udiniqgeek.com.     IN      SOA     ns1.udiniqgeek.com. admin.udiniqgeek.com. (
1259911717
10800
3600
604800
38400 )
udiniqgeek.com.     IN      NS      ns1.udiniqgeek.com.

ns1.udiniqgeek.com.  IN      A       10.14.10.27
udiniqgeek.com.         IN      A        10.14.1.100

mail.udiniqgeek.com.       IN      A       10.14.10.27
udiniqgeek.com.     IN      MX      10 mail.udiniqgeek.com

Jika database domain udiniqgeek.com sudah ok, selanjutnya kita harus membuat database ip address fordwarder, dimana hal ini adalah kebalikan dari fungsi diatas, langkahnya sebagai berikut :

root@server:/etc/bind# vim db.ip_udiniqgeek

$ttl 38400
27.10.14.10.in-addr.arpa.       IN      SOA     ns1.udiniqgeek.com. admin.udiniqgeek.com. (
1259914694
10800
3600
604800
38400 )
27.10.14.10.in-addr.arpa.       IN      NS      ns1.udiniqgeek.com.
27.10.14.10.in-addr.arpa.       IN      PTR     ns1.udiniqgeek.com.
27.10.14.10.in-addr.arpa.       IN      PTR     mail.udiniqgeek.com.

100.10.14.10.in-addr.arpa.     IN   PTR udiniqgeek.com.

Selanjutnya kita harus create file utama bind, berikut langkahnya :

root@server:/etc/bind# vim named.conf.local

– tambahkan script berikut –

zone “udiniqgeek.com” {
type master;
file “/etc/bind/db.udiniqgeek.com.hosts”;
};
zone “10.14.10.in-addr.arpa” {
type master;
file “/etc/bind/db.ip_udiniqgeek”;
};

Untuk menyempurnakan konfigurasi bind, silahkan edit nameserver yaitu di folder /etc/resolv.conf, dengan perintah :

root@server:/etc/bind# vim /etc/resolv.conf

search udiniqgeek.com
nameserver 10.14.10.27

Langkah selanjutnya adalah merestart bind anda agar semua config dapat dijalankan, jalankan perintah dibawah:

root@server:/etc/bind# /etc/init.d/bind9 restart

* Stopping domain name service…
[ ok ]
Starting domain name service…

[ ok ]

Untuk cek domain silahkan lakukan perintah sebagai berikut :

1. Untuk mengecek SOA record, didalamnya termasuk serial dari zona yang baru kita buat, jalankan perintah berikut :

root@server:/etc/bind# dig @localhost soa udiniqgeek.com

2. Untuk mengecek MX record, gunakan perintah berikut :

root@server:/etc/bind# dig @localhost mx udiniqgeek.com

3. Untuk mengecek A record atau CNAME record, kita tinggal query hostname :

root@server:/etc/bind# dig @localhost udiniqgeek.com

sumber : http://ubuntushell.com

Leave a Comment more...

Memasang CLI Companion di Ubuntu Lucid

by anto chuakev on Oct.22, 2010, under CLI Companion di Ubuntu Lucid

Terminal pada Ubuntu mempunyai fungsi yang ampuh untuk berbagai keperluan. Mulai dari kegiatan mengakses data, menghapus direktori, menyetel musik hingga melakukan hacking/cracking bisa dilakukan di terminal. Tentu saja semua kegiatan yang saya sebutkaan tadi dilakukan dengan teks mode/command line yang menimbulkan sensasi berbeda pada penggunanya.
Bagi seorang pengguna Linux pemula seperti saya ini melakukan segala kegiatan melalui terminal sangatlah susah. Selain karena belum terbiasanya tangan mengetik  serta ketidaktahuan perintah yang memakai bahasa Inggris di terminal menambah kesukaran belajar CLI terminal. Tentu saja bila kita sudah terbiasa memakai terminal serta banyak tahu kegunaan berbagai command serta hafal di luar kepala maka akan menjadikan kita sebagai preman Terminal.
Untungnya di Ubuntu sendiri ada aplikasi yang sangat memantu kita dalam belajar command line. Aplikasi tersebut adalah CLI Companion, aplikasi yang tersedia di PPA ini siap dipasang di Ubuntu. CLI Companion ini terdiri atas list dari berbagai command line serta ada terminal kecil di bawahnya. Untuk mencari command line yang kita perlukan maka tinggal kita ketik di kotak search, bila kita ingin mencoba mempraktekan command tersebut maka kita tinggal menggunakan terminal di bawahnya. Dari aplikasi ini sangat jelas keuntungan yang kita peroleh yaitu menjadi tahu serta paham berbagai command line di terminal. Tetapi dari aplikasi ini juga ada kekurangannya yaitu list command linenya tidak lengkap. Ambil contoh ketika saya mencari command auto remove/lsusb maka tak ditemukan datanya di dalam list. Dari kekurangan aplikasi tersebut bisa tertutupi dengan kita menambah sendiri commandnya, tinggal klik add kemudian isi command serta deskripsinya.

CLI Companion in action!

Setelah menjelaskan tentang keunggulan serta kekurangan aplikasi ini dilanjutkan dengan cara memasang CLI Companion di Ubuntu Lucid. Jangan lupa siapkan koneksi internet aktif serta memakai OS Ubuntu
- Kita tambahkan dulu alamat PPA CLI Companion ke dalam repositori dengan mengetik
sudo add-apt-repository ppa:clicompanion-devs/clicompanion-nightlies
lalu enter, muncul proses di bawah ini.
Executing: gpg –ignore-time-conflict –no-options –no-default-keyring –secret-keyring /etc/apt/secring.gpg –trustdb-name /etc/apt/trustdb.gpg –keyring /etc/apt/trusted.gpg –primary-keyring /etc/apt/trusted.gpg –keyserver keyserver.ubuntu.com –recv 1970E5148200CA418348886341FDF8A2B455BEF0
gpg: meminta kunci B455BEF0 dari hkp server keyserver.ubuntu.com
gpg: kunci B455BEF0: kunci publik \”Launchpad clicompanion-nightlies\” diimpor
gpg: Jumlah yang telah diproses: 1
gpg:               diimpor: 1  (RSA: 1)
- Kemudian kita lanjutkan dengan mengupdate paketnya dengan mengetik
apt-fast update (bagi pemakai apt-get silahkan anda ganti apt-fast dengan apt-get)
lalu enter, proses update akan berjalan
- Lalu kita install CLI Companion ini dengan mengetik
apt-fast install clicompanion
lalu enter, tunggu beberapa saat hingga prosesnya selesai
Langkah install CLI Companion telah selesai kecuali bila terdapat masalah, tinggal kita test aja aplikasi ini. Selanjutnya selamat mencoba deh!
sumber : http://yogieza.wordpress.com
Leave a Comment more...

membuat tampilan Ubuntu Karmic menjadi Windows 7

by anto chuakev on Oct.22, 2010, under Ubuntu Karmic Versi Ws 7

Setelah berhasil membuat tampilan Ubuntu Karmic menjadi seperti Windows 7 tanpa menggunakan theme khusus Windows 7, segera saya bekukan langkah-langkahnya di postingan kali ini. Saya tidak menggunakan theme khusus Windows 7 dengan maksud agar saya mengetahui detil demi detil bagian mana dari Ubuntu Karmic yang musti diubah menyesuaikan tampilannnya seperti Windows 7. Adapun tujuan saya mengubah Ubuntu Karmic menjadi seperti Windows 7 adalah
1. untuk bukti bahwa sebenarnya Linux/Ubuntu adalah sangat mudah untuk dimodifikasi tampilannya sehingga bisa disesuaikan dengan keinginan usernya
2. untuk mempermudah proses migrasi dari Windows ke Linux/Ubuntu. Sebagaimana yang kita tahu anggapan sebagian banyak masyarakat tentang Linux/Ubuntu yaitu susah. Mereka sudah menyatakan susah padahal mereka sendiri belum mencobanya. Saya menyadari sekian lama bahwa mereka/masyarakat awam belum terbiasa dengan tampilan desktop Linux/Ubuntu sehingga mudah saja mengatakan sulit kendati belum pernah mencobanya :D . Mungkin dengan membuat tampilan Linux/Ubuntu menjadi seperti Windows akan memberi kemudahan bagi mereka yang ingin belajar Linux/Ubuntu.
3. karena penasaran dengan tampilannya Windows 7, sampai saat ini saya belum pernah melihat Windows 7 Original di depan mata saya. Mau tak mau untuk mengobati rasa penasaran, saya pun mencoba memakai cara termudah yaitu dengan Ubuntu Karmic yang di permak sedemikian rupa.
Baiklah, sudah cukup pendahuluannya & langsung ke TKP
Untuk membuat tampilan Ubuntu Karmic menjadi Windows 7 diperlukan koneksi Internet aktif, Ubuntu Karmic serta kesabaran karena sekali lagi saya katakan kita akan menggunakan cara yang agak lama. Bila anda memakai theme Windows 7, mungkin hanya perlu install Gnomenu, Dockbarx serta Emeraldnya saja.
Berikut daftar yang perlu kita buat untuk menjadikan Ubuntu Karmic like Windows 7
1. Wallpaper
Untuk wallpaper original Windows 7 bisa anda dapatkan di sini, ada sekitar 40 wallpaper official Windows 7 dengan lisensi free

2.Gnomenu

Untuk membuat start menu seperti Windows 7, kita perlu install Gnomenu di Ubuntu. Untuk langkah-langkah install Gnomenu ini sebenarnya sudah saya muat di postingan lalu, tapi kembali saya tulis ulang
Kali ini kita akan membahas tentang Gnomenu, aplikasi yang sudah sering kita dengar di dunia open source. Gnomenu adalah aplikasi start menu GNOME yang menarik tampilannya serta mendukung berbagai themes & dapat diubah sesering mungkin. Adapun Gnomenu terbaru pada saat ini menurut Launchpad yaitu Gnomenu 2.5 yang dibuat oleh Jelder Fraga dkk. Berikut contoh tampilan Gnomenu 2.5

Sangat eyecatching kan tampilan Gnomenu & membuat indah Ubuntu kita?? baiklah langsung saja ke TKP Bro untuk memilikinya :D

-Pastikan Ubuntu terkoneksi dengan komputer karena mengunduh filenya, kalau tidak online juga tidak masalah karena file tar.gznya sudah sempurna Bro. Silahkan unduh Gnomenu 2.5 latest version di sini atau di sini.

-Bila telah terunduh maka file gnomenu-2.5.tar.gz ada di directory Downloads . Lalu buka terminal  & masuk ke directory Downloads dengan mengetik

yogieza@yogieza-desktop:~$ cd Downloads

yogieza@yogieza-desktop:~/Downloads$

-Kemudian ekstrak file gnomenu-2.5.tar.gz dengan cara ketik tar zxvf gnomenu-2.5.tar.gz lalu Enter. Tampak proses ekstraknya di terminal

yogieza@yogieza-desktop:~/Downloads$tar zxvf gnomenu-2.5.tar.gz

-Setelah selesai diekstrak maka ada folder gnomenu. Dari terminal masuklah ke dalam folder gnomenu tersebut dengan cara ketik

yogieza@yogieza-desktop:~/Downloads$cd gnomenu

yogieza@yogieza-desktop:~/Downloads/gnomenu$

-Pastikan kita sudah masuk ke folder gnomenunya lalu ketik yogieza@yogieza-desktop:~/Downloads/gnomenu$ sudo make lalu Enter. Muncul proses make

-Proses maka selesai dilanjutkan dengan mengetik yogieza@yogieza-desktop:~/Downloads/gnomenu$ sudo make install lalu Enter. Proses make install akan berjalan & sukses bila terdapat kalimat Gnomenu installed.

Lalu kita tes hasilnya dengan klik kanan panel bawah & pilih Add to panel. Muncul window Add to panel & cari list Gnomenu. Bila ternyata list Gnomenu belum ada maka log out dulu Ubuntunya. Klik Gnomenu lalu klik Add untuk memunculkannya pada panel.

Untuk membuat tampilan Gnomenu menjadi lebih mirip Windows 7, silahkan unduh W7 for Gnomenu di sini. Tampilan W7 ini mirip sekali dengan tampilannya Windows 7 & hanya berlaku diinstall di Gnomenu 2.5. Cara installnya pun mudah, cukup dengan klik kanan Gnomenu terus pilih Properties. Kita install W7 for Gnomenu pada bagian menu selection.

Untuk membuat icon start menunya persis seperti Windows 7 maka silahkan unduh di sini. Perlu diingat bahwa logo Windowsnya adalah hak milik dari Microsoft, tidak direkomendasikan untuk dipakai. Bila terpaksa ingin memakai maka untuk kepentingan sendiri & saya berlepas diri atas resiko yang anda hadapi nantinya

3. Dockbarx

Inilah tampilan khas dari Windows 7, windows listnya berbentuk kotak & transparan. Langsung saja ke TKP
-Pastikan Ubuntu Karmic Koala anda terkoneksi dengan koneksi Internet, bagi yang tidak maka ada cara tersendiri nanti

-Buka Terminal Ubuntu lalu ketikan $ sudo add-apt-repository ppa:dockbar-main/ppa

lalu Enter

-Masih di Terminal ketikkan juga $ sudo apt-get update && sudo apt-get install dockbarx lalu Enter

Perintah di atas berfungsi untuk mengupdate paket yang baru serta menginstall Dockbarxnya

-Setelah proses Install berakhir maka kita tinggal mengetesnya saja Bro dengan cara

1. Remove Windows List yang ada di panel bawah

2. Klik kanan pada panel pilih Add to panel, muncul daftar Add to panelnya.

3. Cari & pilih Dockbarx &  klik Add. Otomatis Dockbarx akan muncul di panel bawah Bro.

Masalah yang mungkin timbul yaitu Dockbarxnya tidak ada dalam daftar Add to panelnya, solusinya silahkan Ubuntunya di log out dulu Bro.  Setelah Dockbarx muncul kita tinggal drag ke arah kiri atau sesuka anda lalu lock agar tidak berpindah-pindah. Untuk mengedit tampilan Dockbarx bisa kita edit dengan klik kanan pada ujung kiri Dockbarx lalu pilih  Properties. Muncul window Dockbarx Preference. Di Dockbarx Preference kita dapat mengedit Theme, Opacify, Popup setting dsb. Tidak sulit kok Bro mengeditnya.

Setelah Dockbarx terinstall, kita install juga theme Dockbarx yang mirip dengan Windows 7. Berikut langkahnya
-Pastikan Ubuntu anda terkoneksi dengan Internet serta telah terinstall Dockbarx
-Unduh theme Shinybar1.3 di sini atau klik di sini , file theme tersebut yaitu Shinybar1_3_for_DockbarX_by_Levviathor.gz .

-Lalu ekstraklah file tsb di Nautilus(Explorernya Ubuntu) sehingga terbentuk file tar Shinybar1_3_for_DockbarX_by_Levviathor. Kemudian ekstrak lagi sehingga muncul folder Shinybar1.3_deviantart.

-Pada folder Shinybar1.3_deviantart terdapat file shinybar_13_horiz.tar.gz serta shinybar_13_vert.tar.gz , lalu pindahkan kedua file tersebut ke direktori /usr/share/dockbarx/themes. Setelah kedua file tersebut berpindah maka klik Reload di Nautilus.

-Klik kanan pada ujung kiri Dockbarx di panel bawah lalu pilih Properties, muncul Dockbarx Preference. Pada dropdown Theme di situ sudah ada 2 theme yang baru kita pindah tadi. Lalu pilih theme yang shinybar 13 horiz lalu klik reload(gambar panah di samping drop down themenya). Otomatis bentuk Dockbarx di panel bawah Ubuntu kita akan berubah, tapi belum selesai Bro…. Lalu close Dockbarx preferencenya

-Untuk menyempurnakan theme ini klik kanan pada panel bawah lalu pilih Properties, ingat bukan klik kanan Dockbarx. Pada size kita ubah dari 24 menjadi 42 pixels, lalu klik tab Background. Pada Background pilih yang Background image & browse ke folder Shinybar1.3_deviantart. Cari file panel-bottom.png lalu klik Open, seketika tampilan panel bawah berubah menjadi besar & terlihat transparan.

Inilah wujud asli theme Dockbarx  yang baru kita install tadi. Bila dirasa terlalu tinggi panel bawahnya maka bisa dikurangi ketinggiaannya di properties panelnya.

4. Emerald

Untuk window decoratornya kita menggunakan Emerald karena untuk mengejar kemiripan. Dengan Emerald ini kita dapat memiliki window decorator yang mirip seperti window decoratornya Windows 7. Adapun bila memakai Metacity maka kemiripannya pun tak sehebat Emerald.

Untuk install Emerald cukup dengan sudo apt-get install Emerald. Untuk mengaktifkan emerald perlu juga mengenablekan Compiznya juga.

Untuk theme Emerald yang mirip dengan window decoratornya Windows 7, anda bisa memakai ini. Tinggal ekstrak hasil unduhnya terus install theme aero-karmic via Emerald. Jangan lupa untuk memilih Truglass pada enginenya, efek transparannya akan sangat terasa :D

5. Icon

Untuk icon seperti iconnya Windows 7 anda bisa memakai icon ini. Untuk installnya bisa dengan klik kanan desktop>change desktop background. Lalu klik tab Theme & pilih install untuk menginstall iconnya.

Demikianlah settingan manual Windows 7 like di Ubuntu Karmic saya, jangan lupa untuk menghapus panel atasnya lho. Dan juga perlu ditambahkan efek Compiz yang kehebatannya melebihi Aero Windows 7 sendiri.


sumber  : http://yogieza.wordpress.com

Leave a Comment more...

Server Load Balancing

by anto chuakev on Oct.15, 2010, under Server Load Balancing

Server Load Balancing

Server Load Balancing (SLB) disini diartikan sebagai sebuah proses dan teknologi yang mendistribusikan trafik pada beberapa server dengan menggunakan perangkat-perangkat networking. Perangkat tersebut menerima sebuah trafik dari tempat tertentu kemudian trafik tersebut diarahkan ke beberapa server lainnya. Gambar berikut ini menunjukkan bagaimana terjadinya SLB:

Server Load Balancing berfungsi sebagai berikut :

  1. menerima trafik dari sebuah network misalnya web traffic dan mengarahkannya ke site tertentu.
  2. melakukan split trafik menjadi individual request dan menentukan server mana yang akan menerima individual request tersebut.
  3. memantau server dengan menyakinkan bahwa server tersebut bertanggung jawab terhadap traffik.
  4. memberikan redudansi dengan mengaktifkan server lebih dari satu unit melalui mekanisme fail-over.
  5. menawarkan distribusi content seperti pembacaan URL, interconnecting cookies, dan XML parsing.

Awal Pemakaian

Internet awalnya digunakan sebagian besar oleh para akademisi dan sangat sedikit digunakan oleh orang umum. Ketika terjadi booming internet di tahun 1995 menjadikan sebuah server tunggal tidak akan mampu mengatasi dan memproses keinginan pengguna setiap harinya apalagi sejak internet digunakan dalam dunia perdagangan dengan e-commerce dan applikasi multimedia lainnya. Disaat seperti inilah orang mulai mencari cara untuk mengatasi redudansi kinerja server terhadap traffik yang terus meningkat.

Perkembangan

Jika sebuah server telah bekerja pada batas limitnya maka seorang administrator biasanya melakukan penambahan RAM atau melakukan upgrading processor untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Namun hal seperti itu tidak dapat terlalu membantu. Ada saatnya walaupun kita telah melakukan setting optimal terhadap hardware dan sistem operasi yang digunakan kegagalan server mesih sering terjadi.

DNS Load Balancing

Sebelum kita mengenal teknologi SLB, seorang server administrator terlebih dahulu harus menerapkan proses Load Balancing yang dikenal dengan DNS round robin. DNS roun robin menggunakan fungsi DNS untuk menggunakan satu IP address digunakan bersama pada sebuah hostname. Setiap entry DNS diketahui sebagai record yang memetakan sebuah hostname (misalnya www.nengnong.net) ke sebuah IP Address misalnya adalah 208.185.43.202. Biasanya hanya satu IP Addresss yang diberikan untuk satu hostname. Dengan ISO DNS server, BIND 8, maka DNS entri untuk www.nengnong.net bisa dilihat seperti berikut :

www.nengnong.netIN208.185.43.202

Dengan DNS round robin maka dimungkinkan multiple IP address digunakna pada sebuah hostname yang dapat digunakan untuk mendistribusikan trafik sehingga tidak terlalu sibuk seperti halnya hanya menggunakan satu IP Address. Singkatnya disini kita bisa melihat tiga IP Address untuk sebuah web server yakni 208.185.43.202, 208.185.43.203, dan 208.185.43.204 yang di sharing dan di gunakan oleh www.nengnong.net. Konfigurasi DNS server untuk ketiga IP Address tersebut adalah seperti berikut :

www.nengnong.netINA202.185.43.202

IN A202.185.43.203

INA202.185.43.204

Kita bisa cek effek dari penggunaan DNS dengan nslookup, seperti berikut :

[n3]# nslookup www.nengnong.net

Server: ns1.nengnong.net

Address: 198.143.25.15

Name:www.nengnong.net

Addresses: 208.185.43.202, 208.185.43.203, 208.185.43.204

Dengan demikian distribusi trafik untuk www.nengnong.net terbagi menjadi tiga seperti pada gambar berikut :

Terlihat bahwa distribusi dengan DNS round robin sederhana, namun menggapa mesti menggunakan SLB? Alasannya adalah DNS round robin masih memiliki keterbatasan, distribusi trafik yang tidak dapat diprediksi, caching isue, dan pengukuran kesalahan yang sulit dilakukan.

DNS 101

DNS berasosiasi dengan IP address dengan sebuah hostname sehingga kita tidak perlu mengingat angka-angka yang rumit. Setiap komputer yang terhubung ke Internet harus memiliki IP Address. Ketika user mengetikan URL sebuah hostname pada Browser, maka sistem operasi akan mengirimkan queri untuk melakukan konfigurasi DNS Server terhadap hostname tersebut. DNS server tersebut biasanya tidak memberikan informasi (kecuali di cached) sehingga domain name server mencari nama domain dengan root server.Root server juga tidak memiliki informasi IP Address tapi mengetahui siapa yang memiliki kemudian memberikan laporan kepada DNS server user. Detail prosesnya dijelaskan seperti berikut :

  1. User mengetikan URL ke dalam browser
  2. Operating System melakukan DNS request untuk mengkonfigurasi DNS server.
  3. DNS server melihat apakah ada IP Address yang di cached. Jika tidak maka melakukan query pada RootServer untuk mencari informasi DNS server yang dimaksudkan.
  4. Root server kemudian membalas dengan authoritative DNS Server terhadap request dari hostname.
  5. DNS server melakukan query terhadap auhoritative DNS server dan menerima respon.

Caching

Salah satu keterbatasan pada DNS round robin adalah DNS caching. Untuk mengindari DNS Server dari banyaknya request yang sama dan menjaga utilisasi bandtwith maka DNS Server melakukan DNS caching. Selama informasi pada DNS mengalami perubahan yang tidak berarti maka akan berfungsi seperti biasa. Namun jika DNS server memberikan masukan baru pada DNS maka sistem akan mencaching entri tersebut sampai entri tersebut expired.

Distribusi Trafik

Distribusi trafik juga merupakan salah satu masalah pada DNS round robin. DNS round robin akan mendistribusikan trafik pada IP Address yang telah diberikan pada sebuah hostname. Jika ada tiga IP Address yang diberikan maka trafik akan di distribusikan ke masing-masing ketiga IP tersebut. Jika ada empat IP address yang diberikan maka trafik akan didistribusikan pada keempat IP tersebut. Namun permasalahannya distribusi trafik sangat signifikan dan tidak selalu stabil. Gambar berikut menunjukan scenario failure pada DNS berbasis load balancing.

Evolusi

Sangat jelas bahwa SLB digunakan untuk mengatasi masalah redudansi, skalabiliti, dan manajemen yang diinginkan. Web Sites saat ini terus tumbuh semakin banyak. Saat ini downtime adalah asosiasi dengan sebuah ukuran rupiah. Beberapa situs kehilangan jutaan rupiah setiap menitnya hanya karena server mengalami down. SLB dibutuhkan untuk mengatasi hal ini. Load Balancing bekerja dengan trafik yang diarahkan pada situs. Satu URL, satu IP Address, dan load lancing digunakan untuk mendistribusikannya dengan baik. SLB memiliki beberapa keuntungan diantaranya adalah :

Fleksibel

dengan SLB kita dapat menambah atau mengurangi jumlah server pada site kita setiap saat. Keuntungan dari sistem ini adalah perawatan pada mesin dapat dilakukan dengan benar. SLB juga dapat mengarahkan trafik pada cookies, URL parsing, algoritma statik dan dinamis dan masih banyak lagi.

Availability Tinggi

SLB dapat melakukan pengecekan status available sebuah server, mengontrol server yang tidak merespon rotasi dan mengembalikannya pada rotasi sehingga berfungsi kembali. Dilakukan secara otomatis tanpa memerlukan intervensi dari administrator.

Load balancer dimulai dari perangkat berbasis PC, tapi sekarang fungsi loadbalancing juga dapat dilakukan pada switch atau router.

Teknologi Lainnya

SLB bekerja dengan melakukan manipulasi tujuan paket jaringan untuk server. Ada beberapa teknologi lain yang dapat digunakan sama dengan SLB diantaranya adalah sebagai berikut :

Firewall Load Balancing (FWLB)

Firewall Load Balancing (FWLB) dikembangkan untuk mengatasi beberapa keterbatasan pada teknologi Firewall. Sebagian besar Firewall adalah berbasis CPU seperti mesin SPARC atau mesin x86 based. Karena prosesor memiliki keterbatasan, throughput firewall pun menjadi terbatas.Kecepatan prosesor, konfigurasi, dan beberapa metric menjadi factor kinerja firewall. Seperti pada SLB, FWLB memungkinkan implementasi beberaa firewall di sharing dan di load sama halnya seperti SLB. Namun karena trafik yang berbeda maka konfigurasi dan teknologinya pun sedikit berbeda. Konfigurasi umumnya adalah seperti berikut :

Global Server Load Balancing

Global Server Load Balancing (GSLB) juga memiliki konsep yang sama dengan SLB hanya saja digunakan untuk distribusi pada lokasi yang lebih luas. SLB bekerja pada LAN (Local Area Network), sedangkan GSLB bekerja pada Wide Area Network (WAN). Ada beberapa cara untuk mengimplemetasikan GSLB seperti DNS based dan BGP based (Border Gateway Protocol). Berikut ini adalah contoh konfigurasi dasar GSLB :

Clustering

Clustering memberikan yang sama seperti halnya pada SLB yakni memberikan availability yang tinggi dan skalabiliti dengan sedikit perbedaan. Clustering melibatkan software protocol (proprietary dari masing-masing vendor) yang berjalan pada beberapa server dengan tujuan untuk melakukan sharing load (seperti pada gambar dibawah). Cluster berada didepan beberapa server kemudian melakukan manipulasi paket pada network device dan menerima trafik kemudian membaginya pada server lainnya. Ada integrasi yang kuat dengan software server.

Referensi : Tony Bourke, Server Load Balancing, O’Rielly, 2001
Sumber: http://dennycharter.wordpress.com/2008/07/25/pengenalan-server-load-balancing/

Leave a Comment more...

Network File System(NFS)

by anto chuakev on Aug.18, 2010, under NFS

Network File System (NFS) memungkinkan kita untuk dapat memount storage pada komputer yang lain dalam suatu jaringan. Misalnya terdapat 2 komputer sebut saja Komputer A (IP : 192.168.1.10) dan Kompouter B (IP : 192.168.1.11), kita akan menggunakan storage yang tersisa pada Komputer B untuk bisa diakses dari Komputer A. Caranya kita lakukan instalasi NFS pada masing-masing komputer, sebagai berikut :

a. Install NFS Server
#aptitude install nfs-common nfs-kernel-server

b. Konfigurasi NFS server (di Komputer B)
1. Buat direktori yang akan di mount (Misal berlokasi di :) .
#mkdir /home/datastore1
#mkdir /tmp/datastore2
2. Edit /etc/exports
#vim /etc/exports
/home/datastore1    192.168.1.10(ro)
/tmp/datastore2          *(rw,sync,no_root_squash)

NB: – untuk baris pertama direktori tersebut dimount ke alamat IP 192.168.1.10 dengan tipe Read Only (ro)
- untuk baris kedua direktori tersebut bisa diakses dari komputer lain dengan tipe Read Write (rw)

3. Restart NFS server
#/etc/init.d/nfs-kernel-server restart

c. Konfigurasi NFS Client (di Komputer A)
1. Buat direktori untuk memount direktori di komputer B(Misal)
#mkdir /media/data1
#mkdir /media/data2

2. Lakukan mount direktori
#mount -t nfs 192.168.1.11:/home/datastore1 /media/data1
#mount -t nfs 192.168.1.11:/tmp/datastore2 /media/data2

3. Agar mount dilakukan saat booting kita bisa mengedit /etc/fstab
#vim /etc/fstab
192.168.1.11:/home/datastore1     /media/data1  nfs     defaults        0       0
192.168.1.11:/tmp/datastore2       /media/data2  nfs     defaults        0       0
d. Selesai

selamat mencoba

http://komangbuda.wordpress.com

Leave a Comment more...

Install Nagios

by anto chuakev on Aug.18, 2010, under Nagios

Dalam melakukan instalasi nagios, ada beberapa paket yang dibutuhkan. Installah paket-paket tersebut dengan sebelumnya mengkoneksikan sistem ke server repository. Untuk melakukan koneksi ke repository, caranya :

Ketikkan kode ini pada terminal.

#vim /etc/apt/sources.list

ketikkan :

deb http://kambing.ui.edu/hardy main universe multiverse restricted

kemudian simpan.

Ketikkan

#apt-get update

Jika telah selesai update baru dimulai untuk menginstall paket-paket yang dibutuhkan nagios.

Paket yg dibutuhkan :
- Apache2

#apt-get install apache2

- GCC Compiler dan Development libraries

#apt-get install build-essential

- GD Development libraries

#apt-get install libgd2-xpm-dev

Create Account :
Bikin user nagios dan kasih password :

#/usr/sbin/useradd -m nagios
passwd nagios

Add nagios group

#/usr/sbin/groupadd nagios
#/usr/sbin/usermod -G nagios nagios

Buat group nagcmd yg memperbolehkan external commmands dari web interface, tambahkan user nagios dan apache ke group tersebut.

#/usr/sbin/groupadd nagcmd
#/usr/sbin/usermod -G nagcmd nagios
#/usr/sbin/usermod -G nagcmd www-data

Download Nagios dan plugin-nya.
Buka http://www.nagios.org/download/ utk versi terbaru.

#wget http://transact.dl.sourceforge.net/sourceforge/nagios/nagios-3.0.3.tar.gz
#wget http://transact.dl.sourceforge.net/sourceforge/nagiosplug/nagios-plugins-1.4.12.tar.gz

Ekstrak Nagios

#tar -xvzf nagios-3.0.3.tar.gz
#cd nagios-3.0.3

Konfigurasi dengan group nagcmd

#./configure –with-command-group=nagcmd

Compile source code Nagios

#make all

Install binaries, init script, contoh config file, set permisi direktori external command, web config.

#make install
#make install-init
#make install-config
#make install-commandmode
#make install-webconf

Buat nagiosadmin account, jgn sampe lupa passwordnya. Account yang dibuat ini akan digunakan untuk login saat membuka web setelah nagios terinstall.

#htpasswd -c /usr/local/nagios/etc/htpasswd.users nagiosadmin

Restart apache

#/etc/init.d/apache2 restart

Compile dan install plugin Nagios

#cd .. (jika msh blm pindah ke direktori lain)
#tar -xvzf nagios-plugins-1.4.12.tar.gz
#cd nagios-plugins-1.4.12
#./configure –with-nagios-user=nagios –with-nagios-group=nagios
#make
#make install

System startup. Artinya nagios akan langsung diaktivkan ketika sistem booting.

#ln -s /etc/init.d/nagios /etc/rcS.d/S99nagios

Verifikasi contoh config file nagios

#/usr/local/nagios/bin/nagios -v /usr/local/nagios/etc/nagios.cfg

Jika tidak ada error, start nagios

#/etc/init.d/nagios start

Login ke Web Interface dengan user nagiosadmin (sesuaikan dengan user yang anda buat sebelumnya)

http://localhost/nagios

bisa juga digantikan dengan mengetikkan pada URL browser

http://192.168.4.80/nagios

Selamat Mencoba

Sumber : http://komangbuda.wordpress.com

Leave a Comment more...

by anto chuakev on Aug.16, 2010, under Kernel Linux

Berikut adalan tuning kerneldi  Ubuntu agar tambah jozz
# cp /etc/sysctl.conf /etc/sysctl.conf.bak
# Vi /etc/sysctl.conf

ganti semua isinnya dengan ini

code :

kernel.core_uses_pid=1
kernel.sysrq=1
net.core.optmem_max=28672
net.core.rmem_max=1280000
net.ipv4.tcp_rmem=4096 87380 1280000
net.core.wmem_max=1280000
net.ipv4.tcp_wmem=4096 87380 1280000
net.ipv4.conf.default.rp_filter=1
net.ipv4.conf.all.rp_filter=1
net.ipv4.conf.all.log_martians=0
net.ipv4.conf.all.accept_source_route=0
net.ipv4.conf.all.accept_redirects=0
net.ipv4.tcp_max_tw_buckets=720000
net.ipv4.tcp_window_scaling=0
net.ipv4.tcp_keepalive_time=1200
net.ipv4.tcp_timestamps=0
net.ipv4.tcp_fin_timeout=15
net.ipv4.tcp_sack=0
net.ipv4.tcp_syncookies=1
net.ipv4.icmp_echo_ignore_all=1
net.ipv4.icmp_echo_ignore_broadcasts=1
net.ipv4.icmp_ignore_bogus_error_responses=1
net.ipv4.ip_local_port_range=1024 65535
net.ipv4.ip_forward=1
net.ipv4.ip_dynaddr=0

setelah itu save dan keluar
:wq
#sysctl -p
#reboot

Sumber : Forummikrotik

Leave a Comment more...

Tunning MySQL menggunakan mysqltuner.pl

by anto chuakev on Aug.16, 2010, under database Mysql

Mencari konfigurasi terbaik untuk mysql memang sangat susah. Perlu pengalaman dan jam terbang yang cukup banyak untuk tahu bagian mana saja yang harus di tunning dan mana yang harus dibiarkan.
Pagi ini saya browsing kanan kiri dan akhirnya nemu satu aplikasi yang bernama mysqltunner .
Aplikasi kecil ini mampu membaca database mysql dan menyarankan beberapa tunning yang bisa kita lakukan untuk meng optimalkan setting konfigurasi mysql.

mysqltunner.pl bisa anda dapatkan dari mysqltunner.com

wget http://mysqltuner.com/mysqltuner.pl

Kemudian anda tinggal jalankan saja dengan command

perl mysqltuner.pl

Apabila ditanyakan username dan password silahkan masukan username root dan password nya.
dan berikut ini hasilnya

 >>  MySQLTuner 1.0.0 - Major Hayden
 >>  Bug reports, feature requests, and downloads at http://mysqltuner.com/
 >>  Run with '--help' for additional options and output filtering

-------- General Statistics --------------------------------------------------
[--] Skipped version check for MySQLTuner script
[OK] Currently running supported MySQL version 5.0.51a
[OK] Operating on 32-bit architecture with less than 2GB RAM

-------- Storage Engine Statistics -------------------------------------------
[--] Status: -Archive +BDB -Federated +InnoDB -ISAM -NDBCluster
[--] Data in MyISAM tables: 346M (Tables: 13693)
[--] Data in InnoDB tables: 7M (Tables: 151)
[--] Data in MEMORY tables: 126K (Tables: 3)
[!!] BDB is enabled but isn't being used
[!!] Total fragmented tables: 1523

-------- Performance Metrics -------------------------------------------------
[--] Up for: 1d 21h 1m 47s (2M q [14.857 qps], 87K conn, TX: 4B, RX: 450M)
[--] Reads / Writes: 93% / 7%
[--] Total buffers: 34.0M global + 2.7M per thread (500 max threads)
[OK] Maximum possible memory usage: 1.3G (67% of installed RAM)
[OK] Slow queries: 0% (0/2M)
[OK] Highest usage of available connections: 18% (90/500)
[OK] Key buffer size / total MyISAM indexes: 8.0M/46.3M
[OK] Key buffer hit rate: 97.8% (21M cached / 470K reads)
[!!] Query cache is disabled
[OK] Sorts requiring temporary tables: 0% (1 temp sorts / 344K sorts)
[!!] Joins performed without indexes: 34995
[!!] Temporary tables created on disk: 28% (46K on disk / 162K total)
[!!] Thread cache is disabled
[!!] Table cache hit rate: 0% (64 open / 303K opened)
[OK] Open file limit used: 0% (126/225K)
[OK] Table locks acquired immediately: 99% (2M immediate / 2M locks)
[OK] InnoDB data size / buffer pool: 7.5M/8.0M

-------- Recommendations -----------------------------------------------------
General recommendations:
    Add skip-bdb to MySQL configuration to disable BDB
    Run OPTIMIZE TABLE to defragment tables for better performance
    Enable the slow query log to troubleshoot bad queries
    Adjust your join queries to always utilize indexes
    When making adjustments, make tmp_table_size/max_heap_table_size equal
    Reduce your SELECT DISTINCT queries without LIMIT clauses
    Set thread_cache_size to 4 as a starting value
    Increase table_cache gradually to avoid file descriptor limits
Variables to adjust:
    query_cache_size (>= 8M)
    join_buffer_size (> 128.0K, or always use indexes with joins)
    tmp_table_size (> 32M)
    max_heap_table_size (> 16M)
    thread_cache_size (start at 4)
    table_cache (> 64)

Seperti anda lihat pada bagian recomendation, saya disarankan untuk melakukan beberapa perubahan pada my.cnf saya.
Silahkan lakukan perubahan dan ulangi lagi mysqltuner.pl nya supaya di cek kembali apakah setting yang kita lakukan sudah benar atau tidak.
Berikut ini my.cnf yang saya tambahkan

[mysqld]
set-variable = max_connections=500
safe-show-database
query_cache_size = 8M
key_buffer_size = 50M

Berikut ini hasil mysqltuner setelah edit my.cnf

 >>  MySQLTuner 1.0.0 - Major Hayden
 >>  Bug reports, feature requests, and downloads at http://mysqltuner.com/
 >>  Run with '--help' for additional options and output filtering

-------- General Statistics --------------------------------------------------
[--] Skipped version check for MySQLTuner script
[OK] Currently running supported MySQL version 5.0.51a
[OK] Operating on 32-bit architecture with less than 2GB RAM

-------- Storage Engine Statistics -------------------------------------------
[--] Status: -Archive +BDB -Federated +InnoDB -ISAM -NDBCluster
[--] Data in MyISAM tables: 346M (Tables: 13693)
[--] Data in InnoDB tables: 7M (Tables: 151)
[--] Data in MEMORY tables: 0B (Tables: 3)
[!!] BDB is enabled but isn't being used
[!!] Total fragmented tables: 1523

-------- Performance Metrics -------------------------------------------------
[--] Up for: 24s (1K q [47.333 qps], 210 conn, TX: 2M, RX: 80K)
[--] Reads / Writes: 28% / 72%
[--] Total buffers: 84.0M global + 2.7M per thread (500 max threads)
[OK] Maximum possible memory usage: 1.4G (69% of installed RAM)
[OK] Slow queries: 0% (0/1K)
[OK] Highest usage of available connections: 0% (4/500)
[OK] Key buffer size / total MyISAM indexes: 50.0M/46.2M
[!!] Key buffer hit rate: 37.5% (8 cached / 5 reads)
[!!] Query cache efficiency: 0.8% (1 cached / 119 selects)
[OK] Query cache prunes per day: 0
[OK] Sorts requiring temporary tables: 0% (0 temp sorts / 2 sorts)
[OK] Temporary tables created on disk: 0% (0 on disk / 2 total)
[!!] Thread cache is disabled
[OK] Table cache hit rate: 73% (17 open / 23 opened)
[OK] Open file limit used: 0% (34/225K)
[OK] Table locks acquired immediately: 100% (222 immediate / 222 locks)
[OK] InnoDB data size / buffer pool: 7.5M/8.0M

-------- Recommendations -----------------------------------------------------
General recommendations:
    Add skip-bdb to MySQL configuration to disable BDB
    Run OPTIMIZE TABLE to defragment tables for better performance
    MySQL started within last 24 hours - recommendations may be inaccurate
    Enable the slow query log to troubleshoot bad queries
    Set thread_cache_size to 4 as a starting value
Variables to adjust:
    query_cache_limit (> 2M, or use smaller result sets)
    thread_cache_size (start at 4)

Silahkan coba bandingkan

Sumber : http://www.giest.org

Leave a Comment more...

GREP dan SCP di Linux

by anto chuakev on Jul.23, 2010, under Linux, grep di linux

Menangkap bagian file dengan grep

Anda ingin mencari kata “delayed” pada sebuah file dengan cara mudah dan cepat, apakah Anda ingin membaca baris demi baris dari file tersebut, atau hanya ingin menangkap bagian tersebut untuk dilihat. Solusi yang bisa Anda gunakan adalah menggunakan perintah grep.

Perintah grep merupakan perintah serba guna yang digunakan untuk menangkap string atau bagian yang ada pada isi file ataupun folder. Anda juga dapat mengambil baris yang dibutuhkan pada file log yang jumlahnya ribuan tanpa harus membacanya perbaris. Perintah ini juga dapat melakukan pencarian banyak kata yang Anda butuhkan secara bersamaan.

Mengingat pentingnya perintah ini jika Anda bekerja sebagai administrator, maka Anda perlu mempelajari cara menggunakan perintah ini untuk kemudahan Anda. Hasil dari perintah ini akan langsung dapat Anda lihat pada hasil output terminal jadi tidak perlu masuk kedalam file untuk mencari kata atau kalimat dari baris yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan.

Kombinasi fungsi perintah grep

Perintah grep dapat dikombinasikan dengan perintah-perintah yang lainnya, perhatikan contoh perintah grep yang dikombinasikan dengan perintah lain dibawah ini:

$ grep virtual apache2.conf

Perintah ini menampilkan baris yang mengandung kata virtual pada file apache2.conf

$ ps aux | grep squid

Perintah ini hanya menampilkan service squid saja dari perintah ps aux.

$ grep –R mysql /etc/mysql/

Menampilkan semua file atau folder didalam /etc/mysql yang memiliki kata mysql

$ grep –Rn mysql /etc/mysql/

Sama dengan perintah sebelumnya namun pada sisi kiri akan ditampilkan nomor untuk masing-masing kata yang ditemukan.

$ grep –v “show” /var/log/messages

Menampilkan semua baris pada file /var/log/messages yang tidak mengandung kata show

$ grep –h access /var/log/squid/access.log*

Perintah ini akan menampilkan baris yang mengandung kata access tanpa menampilkan lokasi filenya. (bandingkan dengan contoh perintah pertama)

$ grep –color error /var/log/messages

Menampilkan baris dengan kata error dan memberi warna pada kata error yang ditemukan.

$ grep access /var/log/squid/access.log | wc –l

Kombinasi perintah grep dengan wc untuk menghitung jumlah kata access pada file /var/log/squid/access.log.

$ ls /etc/ -l | grep ‘^d’

Gabungan dengan perintah ls ini menampilkan semua direktori yang ada pada /etc

$ grep -i catch /etc/squid/squid.conf

Penangkapan kata dengan grep bersifat case sensitif, namun dengan perintah -i case sensitif akan dihiraukan dan akan menampilkan semua kata catch. 

Masih banyak perintah kombinasi lainnya yang dapat Anda gunakan bersama perintah grep. Cobalah temukan dan temukan kemudahan menggunakan terminal.

Copy file antar Linux dengan scp

Ok langsung saja, tahukah anda, bahwa dengan perintah “scp” kita bisa mengkopi file dari satu komputer ke komputer lain sesama Linux?

Asumsikan kita akan mengkopi file ‘test.txt‘ dari komputer linux A dengan IP address 192.168.1.150 di folder ‘/root‘ ke komputer linux B dengan IP address 192.168.1.160 di folder ‘/home/user‘ ,dan kita berada dalam linux A, maka perintah yang digunakan adalah:

[root@linux]#scp /root/test.txt root@192.168.1.160:/home/user

(atau jika di “ls” file “test.txt” ada di current direktori, maka path “/root” tidak diperlukan) dimana “/root/test.txt” adalah file sumber yang akan dikopi, dan “192.168.1.160:/home/user” adalah tujuan file tersebut akan dikopikan.

Lalu bagaimana jika kita berada di komputer Linux B, dan ingin mengambil file “test.txt” yang ada di komputer Linux A? perintah yang digunakan juga sama, yaitu “scp [file-sumber...] [tujuan-file...]“, jadi perintah yang digunakan untuk kasus tersebut yaitu:

[root@linux]#scp root@192.168.1.150:/root/test.txt /home/user

Dimana “192.168.1.150:/root/test.txt” adalah file sumber yang akan dikopi, yaitu komputer linux A, dan “/home/user” adalah tujuan file yang akan dikopikan, yaitu komputer linux B, komputer yang kita gunakan.

Perintah “scp” juga bisa digunakan untuk mengkopi dari floppy ke floppy, sebagai contoh:

[root@linux]#scp -r /mnt/floppy/* root@192.168.1.150:/mnt/floppy

disini kita sedang menggunakan komputer Linux B dan akan mengkopi seluruh isi floppynya kedalam floppy yang ada di komputer Linux A. Tapi sebelumnya masing-masing floppy disk harus di mount terlebih dahulu.

TIP:Perintah diatas menggunakan wildcard (*) atau tanda bintang serta option “-r“, yang artinya kita mengkopi semua file dan atau direktori yang ada dalam disket secara recursive.

Jika ada konfirmasi, yang menyatakan pilihan “yes/no“, langsung ketik “yes” dan kemudian masukan password user pada komputer remote baik yang menerima hasil kopi filenya atapun yang diambil filenya untuk dikopi.

Disini diasumsikan usernya adalah “root”, maka yang dimasukan adalah password root pada komputer remote, tergantung user siapa yang kita tuju.

Untuk penjelasan lebih lanjut, ketik perintah “man scp“.

Summary :

Perintah “scp” adalah perintah yang berasal dari paket OpenSSH. Jika kita sering menggunakan perintah “ssh” untuk login kekomputer lain, maka “scp” adalah program yang digunakan untuk mengkopi file dari dan ke komputer lain. 

Oleh karena itu, jika kita menggunakan “scp” maka prompt password akan muncul. “scp” kepanjangan dari Secure Copy Protocol, yaitu versi secure dari perintah “rcp” (Remote Copy Protocol).

sumber : http://www.linuxhelp.web.id

Leave a Comment more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:


Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Design by bonkqloph Production

Visit our friends yu!

A few highly recommended friends...