LVM di ubuntu
Managing disk space in Ubuntu File Server using LVM
by admin on Jun.14, 2010, under LVM di ubuntu
Kepada teman-teman dan pengunjung blog ini, saya mohon maaf belum dapat menerbitkan kelanjutan dari tulisan yang lalu mengenai Tutorial dan Implementasi Proxy Server, karena beberapa waktu ini saya disibukkan oleh pendataan dan pengecekan kondisi 100 lebih komputer dan inventaris supporting IT di kantor.
Sebagai gantinya, saya akan coba dokumentasikan langkah-langkah men-setup LVM (Logical Volume Manager) pada Ubuntu 9.10 Karmic Koala, yang tidak lain LVM ini saya gunakan untuk membuat Shared File Server
Yang melatarbelakangi dimigrasikannya File Server dari Windows menjadi Linux selain karena perusahaan belum (atau bahkan mungkin tidak
) membelikan license Windows untuk Server tersebut, juga karena saya pikir terlalu mubajir dan membuang cost perusahaan jika hanya untuk kebutuhan sharing file/data harus mengeluarkan budget ratusan dolar, maka hal ini sangat tidak efisien. Betul tidak? Maka dari itu, muncullah ide untuk menggunakan Linux dan solusi LVM sebagai alternatif dan menjadi rujukan dalam pembangunan File Server ini.
Sebelum masuk ke langkah-langkahnya, mungkin sedikit me-review istilah-istilah yang perlu diketahui berhubungan dengan LVM ini:
Physical Volume (pv)= Satuan Partisi atau Hard Disk yang akan digabungkan.
Volume Group (vg)= Gabungan dari beberapa satuan Physical Volume.
Logical Volume (lv)= Partisi atau Hard Disk hasil dari Volume Group.
Okey, berikut langkah-langkahnya, selamat mengikuti:
Prepare:
Saya membangun File Server ini pada:
CPU Pentium Dual Core
RAM 1 GHz (jika dibutuhkan akan ditambah)
Hard Disk 3×80GB
System Ubuntu 9.10 Karmic Koala Desktop Edition (saya menggunakan Desktop Edition untuk mempermudah management file dll.)
Diasumsikan Linux sudah ter-install dengan baik.
Case:
Kondisi yang akan saya bangun adalah:
- 1 buah Hard Disk untuk System Linux (terlalu besar ya? sesuaikan aja dengan kebutuhan, karena saya membangun sserver ini juga sebagai local update repositories).
- Gabungan dari 2 buah Hard Disk sebagai Logical Volume yang dijadikan sebagai tempat folder yang akan dishare untuk client.
Teknisnya, 2 HD ini akan digabungkan secara logic sehingga sistem akan membacanya sebagai 1 buah HD dengan kapasitas 2×80GB=160GB estimasi 2×75GB=150GB, menggunakan LVM.
Step by Step:
Pastikan paket lvm2 dan clvm sudah terinstall di komputer. Cek menggunakan perintah:
$ ps ax | grep lvm2 clvm
Atau jika belum ada, install dengan perintah:
$ sudo apt-get install lvm2 clvm
Cek skema Hard Disk menggunakan perintah: fdisk
$ sudo fdisk -l Disk /dev/sda: 80.0 GB, 80026361856 bytes 255 heads, 63 sectors/track, 9729 cylinders Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes Disk identifier: 0x1c8945ec Device Boot Start End Blocks Id System /dev/sda1 * 1 9327 74919096 83 Linux /dev/sda2 9328 9729 3229065 5 Extended /dev/sda5 9328 9729 3229033+ 82 Linux swap / Solaris Disk /dev/sdc: 80.0 GB, 80026361856 bytes 255 heads, 63 sectors/track, 9729 cylinders Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes Disk identifier: 0xf6c9e572 Device Boot Start End Blocks Id System Disk /dev/sdb: 80.0 GB, 80026361856 bytes 255 heads, 63 sectors/track, 9729 cylinders Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes Disk identifier: 0x125523c4 Device Boot Start End Blocks Id System
Hasilnya, terlihat ada 3 buah Hard Disk yang terbaca oleh sistem dengan rincian:
/dev/sda = Hard Disk #1 (80GB) yang terdiri dari:
- /dev/sda1 = Partisi sistem root “/”
- /dev/sda2 = Partisi Extended
- /dev/sda5 = Partisi Swap
/dev/sdb = Hard Disk #2 (80GB) belum dipartisi (masih kosong)
/dev/sdc = Hard Disk #3 (80GB) belum dipartisi (masih kosong)
OK, setelah mengetahui instalasi Hard Disk di atas, selanjutnya saya akan buat /dev/sdb dan /dev/sdc sebagai Physical Volume, dengan perintah: pvcreate
$ sudo pvcreate /dev/sdb
Physical volume "/dev/sdb" successfully created
$ sudo pvcreate /dev/sdc
Physical volume "/dev/sdc" successfully created
Untuk mengecek Physical Volume yang sudah dibuat, gunakan perintah: pvs
$ sudo pvs PV VG Fmt Attr PSize PFree /dev/sdb lvm2 -- 80.02G80.02G/dev/sdc lvm2 -- 80.02G80.02G
Kemudian, saya akan menggabungkan 2 buah Physical Volume tadi menjadi 1 buah Volume Group dengan nama vgplot, dengan perintah: vgcreate
$ sudo vgcreate vgplot /dev/sdb /dev/sdc
Volume group "vgplot" successfully created
Untuk mengeek Volume Group yang sudah dibuat, gunakan perintah: vgs
$ sudo vgs
VG #PV #LV #SN Attr VSize VFree
vgplot 2 0 0 wz--n- 149.08G 149.08G
Sampai disini, saya sudah membuat sebuah Volume Group dengan nama /dev/vgplot yang berukuran 150GB. Selanjutnya, saya akan membuat Volume Group tadi menjadi Logical Volume.
Note: Logical Volume adalah bagian “/” partisi dari sebuah Volume Group, dimana dalam sebuah Volume Group dapat berisi lebih dari 1 buah Logical Volume.
Karena rencananya saya akan membangun sebuah Server dengan kapasitas lumayan untuk menyimpan file yang dishare dari client, maka saya akan hanya membuat 1 buah Logical Volume dengan nama dataplot pada Volume Group ini yang berukuran 150GB. Dengan perintah: lvcreate
$ sudo lvcreate -L 149.08G -n dataplot vgplot
Logical volume "dataplot" created
Untuk melihat hasil dari pembuatan Logical Volume di atas, gunakan perintah: lvs
$ sudo lvs
LV VG Attr LSize Origin Snap% Move Log Copy%
dataplot vgplot -wi-a- 149.08G
OK terakhir, setelah selesai membuat Logical Volume seperti langkah di atas, selanjutnya adalah mem-Format Logical Volume /dev/vgplot/dataplot agar dapat dibaca dan digunakan untuk menyimpan dan mengoperasikan file/data di dalamnya, dalam contoh ini saya mem-Format-nya menggunakan NTFS. Dengan perintah:
$ sudo mkntfs -L /dev/vgplot/dataplot
(please wait or read manual guide to use customize)
Note: Pemilihan jenis File System yang akan di-Format-kan ke dalam Logical Volume bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Dan hal ini bisa dilakukan dengan banyak cara baik menggunakan mode text (console–seperti contoh diatas) maupun modeGUI (graphis–menggunakan Disk Utility, GParted, dll.)
STOP!
Jangan bayar sewa billing warnet dulu, ada satu lagi. Karena saya bilang akan membangun sebuah File Server, maka tentunya enggak cukup sampai disitu donk… OK, kalo mau kita lanjut sekarang…
OK. Setelah selesai membuat LVM untuk /dev/vgplot/dataplot dengan kapasitas 150GB, maka agar client dapat mengakses ke server tersebut, saya harus membuatkan juga konfigurasi SAMBA dan otomatis membuat mount-ing agar Logical Volume ini dapat terbaca dari LAN (Local Area Network).
Pertama saya akan membuat direktori /dataplot sebagai mount-point dari /dev/vgplot/dataplot, dengan perintah:
$ sudo mkdir -p /dataplot
$ sudo mount /dev/vgplot/dataplot /dataplot/
Setelah itu, cek hasilnya dengan perintah:
$ sudo df -h
Selesai.
Network:
Tambahkan Share Definition pada file konfigurasi Samba di /etc/samba/smb.conf, direktif berikut:
[PLOT] comment = PLOT File Server # Deskripsi folder yang di-sharing path = /dataplot # letak alamat folder yang hendak di-share browsable = yes # Jika "no" maka folder yang di-share tidak dapat dibuka guest ok = yes # perbolehkan user yang tidak terdaftar di lokal system untuk mengakses read only = no # jika "yes" maka semua user hanya dapat membaca file tanpa bisa menghapus/edit create mask = 0755 # Permission akses terhadap folder
Kemudian, ubah hak kepemilikan direktori /dataplot dengan perintah: chown
$ sudo chown nobody.nogroup /dataplot
Restart service Samba:
$ sudo /etc/init.d/samba restart
Alhamdulillah… SELESAI!!! Dan Client di kantor saya sudah bisa akses folder yang di share tersebut. ![]()
Referensi: http://taujago.web.id
Semoga bermanfaat.
Hariadi Yutanto
- – -
matur nuwun saya haturkan kepada http://radensun.byethost22.com
Looking for something?
Use the form below to search the site:
Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!
Design by bonkqloph Production
Visit our friends yu!
A few highly recommended friends...
Archives
All entries, chronologically...
